Merespon Positif #87

Dalam kesempurnaan ada saja kekurangan. Walau itu sedikit, tapi hukum alamnya begitu. Kekurangan-kekurangan itu akan tetap ada walau kita sudah berusaha menutupinya. Ini menurut saya lho ya. Sebab, saya pernah mengalaminya.

Pada tahun 2019 saya memulai untuk membuat website dengan CMS Blogger milik Google. Web pertama saya muhamadhusnitamami.com yang meluncur akhir Agustus 2019. Masih awal, jadi ketika berhasil membuat webnya pun sudah bersyukur. Tidak muluk-muluk lebih dari itu.

Tidak lama kemudian saya menemukan lagi tampilan yang lebih menarik. Kemudian saya melihat tampilan sebelumnya ada yang kurang. Akhirnya digantilah tampilan web itu dengan yang baru.

Dengan template kedua ini lumayan lama saya menggunakannya. Memang kalau di Blogger itu tidak harus membuat tampilan dari 0, sebab sudah ada tampilannya. Ada yang gratis, ada juga yang premium atau berbayar.

Beberapa waktu kemudian, lagi-lagi saya menemukan tampilan web yang jauh lebih menarik dan responsif dilihat. Ini template premium yang harus dibeli di salah satu penyedia template online

Baca juga: Ada Masanya #09

Saya membandingkan, ternyata tampilan yang saya gunakan itu biasa-biasa saja. Tidak ada slideshow-nya. Terlihat kurang menarik. Akhirnya saya memutuskan untuk membeli template premium itu dan memasangnya di web. Walaupun harus mengaturnya di HTML (manual), bukan otomatis.

Template premium itu hingga saat ini masih digunakan. Akan tetapi, beberapa hari terakhir ini menemukan kekurangan lagi. Dalam template saat ini tidak ada fitur ‘sebelumnya’ dan ‘selanjutnya’. Jadi, yang muncul hanya beberapa postingan saja di tampilan. Tidak bisa melihat postingan yang lainnya.

Tidak hanya web muhamadhusnitamami.com saja, tapi juga dengan web-web lainnya. Sebut saja ibarat.id yang pernah beberapa kali ganti, kemudian juga satjaya.web.id, dan lain sebagainya. Sudah sering berganti-ganti tampilan. Ya, walaupun senang juga merubah-rubahnya. Hehe.

Saya mulai menemukan benang merahnya. Ternyata sesempurna apapun masih ada kekurangannya. Hal ini saya alami di kasus ini. Menurut saya, apapun yang ada sejatinya kita respon dengan sebaik-baiknya. Misal, webnya kurang baik tampilannya, ya sudah lanjutkan saja. Sambil mencoba mengatasinya. Sebab, kalau kita fokus untuk kesempurnaan, bisa jadi kita tak ada langkah atau pergerakan.

Kasus itu tidak hanya di web. Misalnya lagi, kita diberikan kesempatan untuk menjadi pembicara. Lokasinya di hotel berbintang. Kelasnya super keren. Pokoknya super kelas. Eh,  saat kita ingin menampilkan materi, lupa tidak membawa kabel VGA-nya. Sementara kabel VGA di hotel tersebut tidak support. Lantas harus bagaimana?

Tentu saja kita harus merespon positif. Apapun yang terjadi kita menyesuaikan dengan keadaan. Kita bisa mulai saja pembicaraannya sambil menunggu kabel VGA-nya. Kalau pun akhirnya tidak ada, kita lakukan saja tanpa menampilkan layar. Kadang hal ini sering kita alami. Intinya kita harus merespon keadaan dengan positif.

Bogor, 14 April 2021
MHT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Time limit exceeded. Please complete the captcha once again.

You might also like