Masjid ke Masjid #93

Bercerita selama bulan Ramadan tidak hanya di sekitar rumah saja. Kali ini saya akan mengajak Anda ke beberapa masjid. Menceritakan pengalaman yang didapatkan di sana saat Ramadan.
Memasuki tanggal 5 Ramadan 1442 H, saya harus berbuka puasa di salah satu masjid arah Cibedug, Ciawi, Bogor. Masjid itu berada di lingkungan Majelis Burdah.
Kedatangan saya sebagai orang baru di tengah mereka yang berbuka puasa diterima dengan baik. Bahkan, mereka memberikan takjil dan gorengan beserta lontongnya kepada saya untuk membatalkan puasa. Mereka baik dan menerima orang baru.
Saya mengikuti acara buka puasa di masjid ini. Sekitar 10 menit kemudian, saya langsung bergegas ke dalam masjid. Bersama mereka untuk menunaikan ibadah salat Magrib secara berjamaah.
Seusai salat, saya berpamitan. Tidak lupa juga mengucapkan terima kasih atas jamuannya dalam membatalkan puasa.
Perjalanan pun saya lanjutkan ke tempat tujuan. Lokasinya di Tapos, Cibedug. Saya mengantarkan banner ke rumah guru ngaji. Di daerah ini cukup lama. Bahkan, saya ikut melaksanakan salat Isya dan Tarawih secara berjamaah.
Hari berikutnya, masjid yang saya tuju di Wangun, Bogor Timur. Ke masjid ini karena saya telah mengikuti acara buka bersama di rumah guru bersama majelis di wangun.
Di masjid ini saya juga mendapatkan hal baru. Pengalaman baru di tengah orang-orang yang tidak terlalu banyak kenal. Bagi saya, ini adalah modal ketika terjun sebagai pengembang masyarakat. Setidaknya di daerah ini saya bisa menambah wawasan tentang masyarakat secara langsung.
Sama seperti masjid di Tapos, di masjid ini juga seusai Tarawih mengadakan tadarus bersama. Tadarus itu diawali oleh sesepuh setempat. Kemudian oleh pemuda.
Saya sebagai orang baru turut ikut tadarus bersama mereka. Sistem tadarusnya bergiliran dengan menggunakan pengeras suara. Malam itu berhasil menyelesaikan 2 juz Alquran.
Kalau di masjid saya, tadarus dilakukan oleh masing-masing. Seusai Tarawih langsung dilanjut dengan ngaji pasaran. Waktu ngajinya sampai jam 12 malam dengan 2 guru. Dimulai sejak tanggal 1 Ramadan hingga pertengahan Ramadan.
Nanti saya akan menceritakan kembali jika berkunjung ke masjid lain. Hemat saya, perjalanan menuju masjid hingga di masjidnya terdapat makna yang perlu diabadikan dalam bentuk tulisan.
Bogor, 17 April 2021
MHT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Time limit exceeded. Please complete the captcha once again.

You might also like