Lebaran Tiba #101

Memasuki waktu Magrib 1 Syawal 1442 H, gema takbir terdengar di mana-mana. Lantunan Allah Maha Besar itu mulai diserukan. Melalui pengeras suara ataupun tanpa pengeras suara. Beberapa diiringi bedug yang menjadi ciri khas saat lebaran tiba.

Lebaran kembali tiba, setelah kita melewati 30 hari menjalankan rukun Islam ke- 4. Banyak liku-liku perjalanan, godaan, ataupun cobaan. Selama 30 hari pula kita harus bangun dini hari, untuk sahur dan berbuka saat Magrib tiba.

Tidak hanya itu, hari-hari saat Ramadan juga menjadi momen untuk meningkatkan amal ibadah. Tadarus, salat sunnah diperbanyak, dzikir, sedekah, dan ibadah lainnya.

Kini waktu berganti. Beranjak memasuki Syawal.  Kembali ke hari-hari seperti biasa, namun esensinya harus sama. Semangatnya harus sama. Motivasinya harus sama, saat kita Ramadan.

Saya termasuk orang yang belum memaksimalkan Ramadan ini dengan baik. Ya Rabb, semoga kami dipertemukan kembali dengan Ramadan berikutnya. Berikanlah petunjuk dan jalan-Mu pada kami. Semoga kami terus menjalankan perintah-Mu dan menjauhi larangan-Mu. Aamiin.

Momentum Lebaran
Hari Raya Idul Fitri atau biasa disebut lebaran menjadi momentum untuk saling mengikhlaskan dan memaafkan. Bagi yang pernah ada masalah mungkin di hari yang fitri ini bisa saling bermaafan. Sebab, ini adalah momen di mana setiap orang memahami dan sudah menjadi kebiasaan untuk bermaaf-maafan.

Usai tiada iri, dengki, dan hati kotor pada orang lain sejatinya kita terus berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan serupa pada sesama manusia maupun Tuhan kita. Semoga kita terus dibimbing oleh-Nya untuk menjadi manusia yang terbaik, manusia yang berikhtiar untuk menjadi lebih baik.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 H
Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin.

Bogor, 13 Mei 2021
MHT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Time limit exceeded. Please complete the captcha once again.

You might also like